JAKARTA - PT Mekar Lodji Parahyangan bersama Bank Tabungan Negara (BTN) baru-baru ini menggelar akad kredit pemilikan rumah (KPR) perdana untuk konsumen di kawasan Bandung Timur, sebagai langkah awal realisasi pembiayaan hunian dan bukti kuatnya permintaan rumah di wilayah ini. Agenda yang dilaksanakan di Kantor Cabang BTN Bandung tersebut menjadi momen penting setelah sebelumnya show unit proyek ini dibuka untuk umum pada Desember 2025, sekaligus menegaskan status proyek sebagai hunian yang siap dibeli dan layak huni oleh konsumen sesuai jadwal pembangunan.
KPR Perdana sebagai Penanda Kepercayaan Pasar
Acara akad KPR perdana berlangsung di Bank BTN KC Bandung pada akhir pekan lalu dan dipandang oleh pengembang sebagai titik awal nyata pembiayaan konsumen yang memilih hunian di proyek ini. Managing Director Mekar Lodji Parahyangan, Martinus Chandra, menyatakan bahwa kegiatan ini memiliki arti signifikan tidak hanya bagi perusahaan tetapi juga bagi konsumen. Menurutnya, pelaksanaan akad ini merupakan bukti nyata bahwa proyek ini tidak hanya berkualitas tinggi, tetapi juga memiliki keamanan legalitas yang dijamin oleh dukungan lembaga perbankan. Dukungan penuh dari Bank BTN, lanjutnya, mempertegas kredibilitas proyek di mata publik dan memberikan keyakinan bagi masyarakat yang berniat membeli rumah di kawasan ini.
Martinus mengatakan bahwa kolaborasi ini menunjukkan kepercayaan pasar terhadap Mekar Lodji Parahyangan, terutama setelah peluncuran show unit beberapa bulan sebelumnya. Kepercayaan tersebut penting untuk menjaga momentum penjualan dan memperkuat posisi pengembang dalam industri properti residensial di Bandung Timur. Meski pasar properti nasional memiliki tantangan masing-masing, proyek ini tampak mampu menarik perhatian pembeli dengan berbagai keunggulan yang ditawarkan.
Beragam Tipe Hunian dan Harga Kompetitif
Hunian yang ditawarkan di Mekar Lodji Parahyangan didominasi oleh rumah dengan tipe Alamanda, yang memiliki luas bangunan 34/60 meter persegi dan menggunakan desain Skandinavia minimalis yang modern dan fungsional. Ini menjadi pilihan utama bagi pembeli yang menginginkan rumah praktis namun tetap estetik. Selain itu, tersedia juga tipe Bougenvil dengan ukuran bangunan 40/70 meter persegi, yang memberikan alternatif bagi konsumen yang membutuhkan ruang sedikit lebih luas.
Harga unit di proyek ini dipasarkan mulai dari sekitar Rp300 jutaan hingga Rp600 jutaan, menjadikannya tetap kompetitif di segmen pasar properti di kawasan Bandung Timur. Dengan harga tersebut, konsumen mendapatkan hunian yang tidak hanya nyaman, tetapi juga terjangkau dalam konteks perkembangan harga properti saat ini. Keberagaman tipe dan harga ini diharapkan dapat menjangkau segmen pembeli yang lebih luas, termasuk keluarga muda dan profesional yang membutuhkan hunian strategis di luar pusat kota.
Infrastruktur Mitigasi dan Aksesibilitas Mendukung
Selain menawarkan rumah dengan desain menarik dan harga kompetitif, Mekar Lodji Parahyangan juga dilengkapi oleh infrastruktur internal yang dirancang untuk memberikan kenyamanan maksimal bagi penghuni. Kawasan seluas 26 hektare ini dilengkapi dengan saluran drainase selebar 7 meter sepanjang 375 meter, yang diintegrasikan dengan dua danau retensi untuk menyalurkan air langsung ke Sungai Cimande. Sistem ini bertujuan menjaga lingkungan tetap aman dari risiko banjir, yang sering menjadi perhatian masyarakat ketika memilih hunian di wilayah dataran rendah.
Dari aspek aksesibilitas, perumahan ini hanya berjarak beberapa menit dari Gerbang Tol Cileunyi dan dekat dengan Stasiun Haurpugur. Kedua akses ini memudahkan mobilitas penghuni ke pusat Kota Bandung serta ke kawasan pendidikan di Jatinangor. Kemudahan transportasi ini dianggap sebagai salah satu nilai tambah utama proyek, terutama bagi pembeli yang bekerja di pusat kota tetapi menginginkan hunian yang lebih tenang dan terjangkau di area pinggiran.
Respons Pasar terhadap Hunian di Bandung Timur
Minat masyarakat terhadap hunian di kawasan Bandung Timur, khususnya proyek Mekar Lodji Parahyangan, menunjukkan tren positif. Permintaan rumah di wilayah ini masih tinggi, didorong oleh kombinasi antara harga properti yang kompetitif dan lokasi strategis yang dekat dengan infrastruktur transportasi. Hal ini juga sejalan dengan tren yang menunjukkan bahwa banyak pembeli rumah mencari area hunian yang menawarkan keseimbangan antara kenyamanan lingkungan dan akses mudah ke area kerja atau fasilitas publik lainnya.
Kegiatan akad KPR perdana ini dinilai sebagai salah satu indikator bahwa proyek ini memang diminati oleh pasar dan tidak sekadar menjadi rencana jangka panjang tanpa realisasi pembelian. Adanya pembiayaan yang dilakukan melalui bank besar seperti BTN memberikan jaminan tambahan bagi konsumen bahwa transaksi perumahan ini aman dan didukung oleh lembaga keuangan yang kredibel. Dengan demikian, pengembang dan lembaga perbankan bersama-sama memperkuat ekosistem pembelian rumah yang sehat dan terpercaya di kawasan Bandung Timur.
Secara keseluruhan, kegiatan akad KPR perdana Mekar Lodji Parahyangan bersama Bank BTN bukan hanya sebuah seremonial semata, tetapi juga menjadi simbol penting bahwa proyek ini siap menghadapi tantangan pasar properti dan memberikan pilihan hunian menarik bagi masyarakat yang mencari rumah dengan nilai lebih.